loading...

Mengenal Hipokalemia

loading...

Pengertian
Seseorang dapat dikatakan hipokalemia jika kadar kalium dalam darah kurang dari 3,5 mmol/L. Penyebab dari hipokalemia dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu asupan kalium yang kurang, distribusi kalium ke dalam sel yang berlebihan, dan pengeluaran kalium yang berlebihan.

A.    Asupan kalium yang kurang    
Asupan kalium yang kurang dapat disebabkan oleh asupan makanan yang kurang bervariasi (jarang makan buah-buahan dan sayur-sayuran) dan keadaan kelaparan atau kurang gizi. Selain itu asupan kalium yang kurang dapat juga terjadi oleh karena gangguan saluran pencernaan yang menyebabkan penyerapan kalium berkurang dalam usus.
           
B.     Distribusi kalium ke dalam sel yang meningkat
Distribusi kalium ke dalam sel dipengaruhi oleh berbagai macam faktor yaitu :
  1. Keadaan pH darah
Pada keadaan pH darah yang tinggi seperti pada keadaan alkalosis metabolik maka kadar kalium cenderung rendah oleh karena sel dalam tubuh berusaha mengkompensasi keadaan alkalosis yang terjadi dengan cara melepas H+. Pelepasan H+ ini ditukar dengan ion Na+ sehingga dalam sel terjadi peningkatan kadar ion Na+. Ion Na+ ini dipompa kembali keluar sel dengan cara menukar dengan ion K+ sehingga dalam sel terjadi peningkatan kadar ion K+ dan di luar sel terjadi penurunan kadar ion K+ (hipokalemia).
  1. Hormon
Hormon insulin merangsang pengeluaran Na+, K+-ATPase pump sehingga kalium yang ada di ekstrasel masuk kedalan sel sehingga terjadi hipokalemia.
Katekolamin menyebabkan peningkatan ambilan K+ oleh sel melalui reseptor-beta sehingga terjadi penurunan kadar kalium ekstrasel dan terjadi hipokalemia.
  1. Keadaan anabolik
Karena ion kalium merupakan kation utama dalam sel (intra cell fluid) maka keadaan anabolik sangat mempengaruhi kadar kalium. Dalam keadaan anabolik, kalium masuk ke dalam sel seperti pada keadaan pertumbuhan sel yang cepat. Contohnya seperti pada keadaan anemia pernisiosa yang diterapi dengan vitamin B12, atau pada neutropenia yang diterapi dengan granulocyte-macrophage colony stimulating factor. Selain itu transfusi yang sangat banyak dan berlebihan juga menyebabkan hipokalemia karena pada saat penyimpanan, sel darah merah kehilangan kaliumnya sehingga kalium masuk ke dalam sel dan tubuh mengalami hipokalemia.

C.    Pengeluaran yang berlebihan
Pengeluaran kalium yang berlebihan dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :
  1. Berasal dari organ selain ginjal
Pengeluaran kalium yang berlebihan dapat berasal dari sistem pencernaan dan sistem integumen. Dalam keadaan normal kalium yang dikeluarkan melalui sistem pencernaan antara 5-10 mmol/hari. Dari sistem pencernaan, pengeluaran kalium yang berlebihan dapat keluar akibat diare berkepanjangan (biasanya diare sekretorik), adenoma villous, dan penggunaan laksan yang berlebihan. Sedangkan dari sistem integumen hipokalemia dapat terjadi akibat pengeluaran keringat yang berlebihan (hiperhidrosis).
  1. Berasal dari ginjal
Pada umumnya tubuh kehilangan kalium melalui ginjal. Pengeluaran kalium di ginjal dapat terjadi karena:
1.      Peningkatan aliran dalam tubulus distal
Peningkatan aliran dalam tubulus distal dapat disebabkan oleh karena diuretik, osmotik diuresis dan salt-wasting nephropathies
2.      Peningkatan sekresi kalium
Peningkatan sekresi kalium dapat disebabkan oleh karena :
·         Hormon mineralokortikoid yang berlebihan (terjadi pada penyakit hiperaldosteron primer, hiperaldosteron sekunder)
·         Renal Tubular Asidosis tipe 2
·         Amfoterisin B, Liddle’s syndrom, hipomagnesemia

Gambaran Klinis
            Manifestasi dari hipokalemia bervariasi tergantung dari respon masing-masing individu dan juga penurunan kadar kalium dalam darah. Gejala dari hipokalemia muncul jika kadar kalium plasma kurang dari 3 mmol/L. Jika hipokalemia ringan, gejala muncul dalam bentuk pegal-pegal (myalgia), kelelahan dan kelemahan otot dari ekstremitas. Jika hipokalemia berat maka gejala yang muncul adalah kelumpuhan dari otot-otot. Manifestasi lain yang sering muncul antara lain :
  • Hipoventilasi (otot-otot pernapasan)
  • Paralisis ekstremitas (otot-otot besar)
  • Ileus paralitik (otot-otot dari sistem pencernaan)
Selain itu, manifestasi hipokalemia terhadap jantung dapat muncul dalam bentuk aritmia ventrikel (terutama pasien dengan miokard iskemia atau hipertrofi ventrikel). Pada EKG dapat ditemukan gambaran gelombang T yang datar dan gelombang U.
Diagnosis
            Diagnosis dari hipokalemia dapat dilihat dari kadar kalium yang kurang dari 3,5 mmol/L. Hipokalemia sendiri dapat merupakan salah satu manifestasi dari penyakit-penyakit lain, oleh karena itu hipokalemia harus dicari penyebabnya.

Alur dari penyebab hipokalemia

Penatalaksanaan
            Pada prinsipnya penatalaksanaan pada hipokalemia adalah memberikan kalium. Pemberian kalium ini dapat melalui oral dan juga melalui jalur infus. Pada pasien dengan hipokalemia ringan (3-3,5mmol/L) pemberian kalium dapat melalui oral tanpa harus dirawat di rumah sakit. Namun jika pada hipokalemia ringan didapati gejala yang membahayakn nyawa seperti paralisis otot pernapasan dan aritmia jantung, maka pasien harus dirawat di rumah sakit. Pasien dengan Hipokalemia sedang (2,5-3 mmol/L) dapat juga diberikan melalui oral, tetapi harus dirawat di rumah sakit karena komplikasi dari hipokalemia yang membahayakan (aritmia jantung). Pemberian kalium melalui jalur infus pada umumnya diberikan jika saluran pencernaan pasien terganggu sehingga kalium tidak dapat masuk melalui saluran pencernaan. Namun jika kadar kalium terlalu rendah (<3mmol/L) maka diperlukan pemberian kalium melalui jalur infus. Pemberian kalium melalui jalur infus harus diberikan dengan berhati-hati dan harus dieencerkan terlebih dahulu dalam RL ataupun dextrose. Tetapi akan lebih baik jika larutan yang dipakai adalah RL karena dextrose 5 % akan merangsang pengeluaran insulin yang mendorong kalium ke dalam sel sehingga efektivitas dari pemberian kalium berkurang. Syarat pemberian infus kalium :
  1. Konsentrasi < 40 mEq/L
  2. Kecepatan 10 mEq/jam
  3. Jumlah <100 meq/hari
  4. Urin >0,5/kg/jam

Penurunan kadar kalium serum dari 4meq/L menjadi 3 meq/L biasanya menunjukkan defisit kalium total sebesar 100-200 meq, sedangkan kadar di bawah 3 meq/l menunjukkan defisit total 200-499 meq/l.
loading...

0 Response to "Mengenal Hipokalemia"

Post a Comment

CaraMengatasi.net adalah blog yang memebahas Ragam Kehidupan dan Inspirasi, Disini Anda bebas bertanya maupun mengutarakan ide, gagasan, opini secara bebas yang tentu tidak termasuk dalam koridor Sara. Dilarang keras titip Link / URL hidup maupun berupa tulisan atau mempromosikan produknya.